Perkembangan Media Planning
Pada perkembangan awal, pekerjaan media terbatas pada fungsi administratif saja (klerikal). Seiring dengan banyaknya produk baru yang bermunculan dan perkembangan media yang sangat pesat, muncul pemikiran untuk menghubungkan media planning dan marketing planning.
Sekarang media planning dilihat sebagai, "The process of designing a course of action that shows how advertising time and space will be used to contribute to the achievement advertising and marketing objectives."
Media planning menjadi salah satu komponen marketing plan dan beritenteraksi dengan elemen - elemen lain (karakteristik produk, saluran distribusi, bauran promosi, kemasan, pricing, d.l.l.) dalam total plan.
Managerial Planning
Hubungan ketiganya : Strategy harus mengacu pada objective dan tactic harus mengacu pada strategy.
- Objective; Simply a statement of the task one wishes to accomplish
- Strategy ; The means presribed for attaining the objective
- Tactic : Detailed activities required to implement the strategy
Komponen Media Plan
- Background review. Media plan yang baik dimulai dengan background review yang melibatkan setiap orang pada dasar argumentasi dalm asumsi dan pengetahuan mereka terhadap produk yang akan diiklankan.
- Statement of objectives. Dalam menentukan media objectives yang akan dicapai perlu mereview marketing dan advertising objectives.
- Target market definition. Khalayak sasaran harus didefinisikan secara cermat dan tepat sehingga media yang tepat bisa dipilih.
- Media mix. Jenis - jenis media yang akan digunakan dan efektivitas yang diharapkan.
- Overall scheduling consideration. Skema penjadwalan media dalam satu periode waktu yang telah ditentukan.
Media Rationales
Ke lima komponen media plan tersebut, belum merupakan suatu media plan yang utuh. Mereka lebih sebagian dasar dari sebuah perencanaan media, dimana akan bersama - sama membangun sebuah media plan dengan statiscal dan qualitative rationales untuk media - media yang direkomendasikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar